Mata Lovebird mengeluarkan cairan
Lovebird yang sakit dapat diketahui dari matanya. Kalau mata Lovebird mengeluarkan sekretum atau cairan yang tidak biasa (seperti menangis), bisa dipastikan bahwa Lovebird tersebut sedang sakit. Setelah itu, biasanya mata Lovebird akan berubah warna, sayu, terpejam, bahkan bengkak.
Lubang hidung Lovebird keluar ingus
Seperti halnya manusia, Lovebird yang sakit terutama sakit flu akan mengeluarkan ingus di bagian lubang hidung. Hal ini akan menyebabkan Lovebird bersin-bersin, mendengkur, dan Lovebird tak akan bisa bernapas secara normal. Kalau sudah demikian, biasanya Lovebird sering membuka paruh karena sesak napas.
Lovebird tidur dengan kepala menghadap sayap
Pola tidur Lovebird juga menggambarkan dia sedang sakit. Seperti halnya, saat kepala Lovebird dihadapkan ke sayap, berarti Lovebird tersebut sedang sakit flu atau panas. Pola ini biasanya diikuti dengan bagian mata yang tidak tertutup secara penuh.
Lovebird mencabuti bulunya sendiri
Jika Lovebird Anda sering mencabuti bulunya sendiri, berarti Lovebird Anda sedang sakit atau stress. Selain stress, bisa jadi di bagian dalam bulunya juga terdapat kutu yang mengganggu.
Sayap dan bulu Lovebird kusut
Jika sayap dan bulu Lovebird Anda terlihat kusut atau lunglai, bisa jadi Lovebird Anda sedang menderita suatu penyakit. Ciri-ciri penyakit seperti ini sering nampak pada sebagian besar burung kicau.
Sendi tulang Lovebird bengkak
Meski sendi tulang Lovebird tidak terlalu terlihat, tapi jika Lovebird Anda sedang sakit, biasanya sendi-sendi tulangnya akan membengkak. Sebagian Lovebird yang menunjukkan gejala ini akan mengalami perubahan bentuk struktur tulang.
Perubahan kulit Lovebird
Kulit Lovebird yang sedang sakit bisa mengalami perubahan yang signifikan, seperti munculnya kutil dan bercak putih di bagian yang tidak tertutupi bulu. Biasanya, kulit yang terserang penyakit adalah bagian mata, pangkal paruh, dan kaki.
Tonjolan di tubuh Lovebird
Terkadang Lovebird yang sakit akan mengeluarkan tonjolan aneh di salah satu bagian tubuhnya. Jika dilihat, tonjolan itu memang tampak asing, terutama bagian dadanya.
Kotoran Lovebird berubah jadi cair
Sebagian besar Lovebird yang sakit akan mengeluarkan kotoran yang begitu encer mirip dengan cairan. Kalau manusia, tanda-tanda seperti ini sering disebut sebagai diare.
Nafsu makan Lovebird menurun
Waspadalah jika melihat Lovebird Anda mengalami penurunan nafsu makan, sebab itu merupakan tanda-tanda Lovebird yang sedang sakit.
Lovebird sempoyongan
Lovebird yang sakit dapat diketahui dari caranya bertengger. Jika Lovebird terlihat sempoyongan atau lebih suka di lantai sangkar, kemungkinan besar, Lovebird tersebut sedang sakit. Selain itu, Lovebird akan terlihat murung dan tidak terlalu aktif bergerak.
Lovebird banyak minum
Lovebird yang banyak minum tidak menandakan dia sedang sehat, melainkan sebaliknya. Lovebird yang minumnya berlebihan merupakan ciri-ciri Lovebird sedang sakit.
Nah, setelah mengetahui ciri-ciri Lovebird yang sedang sakit, saatnya Anda mewaspadai beberapa penyakit yang sering diderita Lovebird. Setidaknya, terdapat 12 penyakit Lovebird yang dapat membahayakan nyawa Lovebird. Berikut ulasan selengkapnya.
1. Penyakit mata atau Snot
Penyakit Snot (kaskus.co.id)
Penyakit Snot (kaskus.co.id)
Jangan sepelekan penyakit mata pada Lovebird atau biasa disebut snot. Walaupun kelihatannya memang tidak terlalu berbahaya, kalau dibiarkan begitu saja, penyakit snot bisa menyebabkan kematian.
Penyakit ini ditandai dengan keluarnya cairan tak biasa pada mata Lovebird. Sering kali, hanya sebelah mata yang terkena penyakit snot, kemudian kalau sudah parah, dua-duanya akan terkena penyakit yang sama.
> Cara penyembuhan atau penanganan
Lovebird dijauhkan dari burung lainnya karena penyakit ini menular.
Menghentikan proses memandikan dan penjemuran Lovebird. Kalau mau menjemur Lovebird, sebaiknya dilakukan sebentar saja, sekitar 1-2 jam pada pagi hari. Tempatkan Lovebird di tempat sepi dalam keadaan dikerodong (setengah) agar tidak terkena terpaan angin secara langsung.
Memberikan Lovebird antibiotic serta vitamin (setiap hari pada air minumnya) untuk memulihkan kondisi Lovebird. MGS Bird Farm memberikan obat antibiotic berbentuk injeksi dan sudah terbukti keampuhannya.
Memberikan obat khusus snot (salep Cyndocentrol) yang dapat dibeli dari toko burung terdekat. Obat tersebut dapat dioleskan menggunakan tisu pada bagian mata Lovebird. Selain itu, Anda dapat memberikan obat tetes mata No Snot agar mata Lovebird tidak bengkak dan berair lagi.
Memberikan obat tetes mata Alletrol, obat tetes mata Vitobel, Erlamycetin Chloraphenicol (salep mata), tablet Tony’s Treasure yang sudah dihaluskan.
Memberikan obat tetes Bio Snot yang terbukti ampuh menyembuhkan penyakit snot pada Lovebird.
Memberikan makanan biji-bijian, seperti millet merah, millet putih, dan canary sheed. Ditambah lagi, extra food, seperti eggfood dan jagung. Oh ya, sebaiknya, pakan kangkung dihentikan terlebih dahulu.
Kotoran dalam sangkar harus selalu dibersihkan secara rutin. Sebagai tindakan pengamanan, Anda bisa menyemprotkan air rebusan daun sirih pada sangkar. Tujuannnya, untuk membunuh bakteri agar tidak berkembang biak di dalam sangkar.
Anda sendiri harus selalu menggunakan sarung tangan, agar terhindar dari bakteri yang menyerang Lovebird.
2. Gangguan pernapasan
Gangguan pernapasan pada Lovebird ditandai dengan keluarnya cairan kental pada lubang hidungnya. Biasanya, Lovebird juga sering membuka paruh karena kesulitan bernapas.
Penyakit ini disebabkan karena penyebaran bakteri e-coli dan virus mycoplasma yang banyak dijumpai pada buah dan sayuran. Oleh karena itu, sebelum memberikan pakan sayuran atau buah, sebaiknya dicuci terlebih dahulu.
> Cara penyembuhan dan penanganan
Lovebird yang sakit harus dipisahkan dari burung yang lain agar tidak menular.
Membersihkan sangkar secara rutin, kalau perlu disemprot rebusan air daun sirih agar bakterinya mati. Anda juga bisa mengganti daun sirih dengan tembakau atau cengkeh.
Memberikan makanan bergizi dan vitamin setiap hari.
Jangan lupa membersihkan buah dan sayuran sebelum diberikan ke Lovebird.
3. Penyakit Kutu
Lovebird yang jarang dimandikan dapat terkena penyakit kutu. Terlebih kalau sangkarnya jarang dibersihkan, maka kutu-kutu akan semakin nyaman berkembangbiak di bulu-bulu Lovebird.
Lovebird yang terkena kutu akan tampak gelisah dan sering mematuki bulunya sendiri. Selain itu, Lovebird tidak akan mau diam dan selalu kelabakan di dalam sangkar.
> Cara penyembuhan dan penanganan
Anda dapat menyemprotkan rebusan air daun sirih pada bulu-bulu Lovebird. Pertama, siapkan 6-10 lembar daun sirih, 1 sendok kapur sirih, serta semprotan. Setelah itu, rebus daun sirih dan kapur sirih dalam air 2 liter.
4. Penyakit Nyilet
Lovebird mania tentu pernah dengar istilah "nyilet", penyakit dimana bobot burung berkurang dengan indikasi tulang dadanya terlihat menonjol. Ada banyak faktor terjadinya nyilet mulai dari kekurangan gizi dan bisa jadi terkena penyakit pencernaan yang diakibatkan cacing.
Nyilet juga bisa terjadi lantaran burung lovebird sedang sakit, terjadinya penurunan nafsu makan, akhirnya lovebird terlihat kurus dan tulang dada menjadi menonjol. Bila tidak ditangani secara intensif bukan tidak mungkin lovebird bisa mati.
Lalu bagaimana cara penanganan bila lovebird kita terserang penyakit nyilet?. Indikasi penyebab penyakit lovebird nyilet yang dilansir dari Omkicau.com dan pengalaman kami adalah sebagai berikut:
4. Penyakit Nyilet
Lovebird mania tentu pernah dengar istilah "nyilet", penyakit dimana bobot burung berkurang dengan indikasi tulang dadanya terlihat menonjol. Ada banyak faktor terjadinya nyilet mulai dari kekurangan gizi dan bisa jadi terkena penyakit pencernaan yang diakibatkan cacing.
Nyilet juga bisa terjadi lantaran burung lovebird sedang sakit, terjadinya penurunan nafsu makan, akhirnya lovebird terlihat kurus dan tulang dada menjadi menonjol. Bila tidak ditangani secara intensif bukan tidak mungkin lovebird bisa mati.
Lalu bagaimana cara penanganan bila lovebird kita terserang penyakit nyilet?. Indikasi penyebab penyakit lovebird nyilet yang dilansir dari Omkicau.com dan pengalaman kami adalah sebagai berikut:
Masalah pakan, vitamin, sangkar kotor.
Avian goiter (gondok).
Masalah paruh.
Keracunan logam berat.
Parasit, virus dan kutu.
Avian goiter (gondok).
Masalah paruh.
Keracunan logam berat.
Parasit, virus dan kutu.
Bagaimana cara penanganan lovebird nyilet?
- Lovebird sendirikan ditempat yang tenang dan sejuk.
- Bersihkan sangkar, alat pakan dan minum dengan obat antispetik bisa menggunakan cairan obat detol, gunanya agar kandang dan alat pakan steril.
- Jangan dimandikan hingga lovebird sembuh dari nyilet.
- Berikan obat anti nyilet, dapat diberi ditoko burung, merk obat akan kami jelaskan pada artikel lain.
- Berikan pakan yang biasanya lovebird Anda sukai, entah milet campur, jagung, kangkung.
- Terus pantau perkembangan kesehatan hingga kondisi lovebird berangsur pulih.
- Berikan multivitamin dan mineral agar penyerapan makanan berlangsung bagus baik semasa burung sakit maupun dalam kondisi sehat untuk berjaga-jaga. Multivitamin rekomendasi kami (obat yang teruji di antara teman-teman penangkar dan penghobi lovebird) adalah BirdVit dan BirdMineral.
5. Penyakit Diare
Penyakit diare sering menjangkit pada burung lovebird hal ini bisa kita lihat dari prilaku burung yang terlihat lesu, kotoran cair seperti kotoran berwarna putih bahkan kotoran bercampur dengan darah. Hal ini akibat gangguan pencernaan burung yang sedang terganggu karena faktor cuaca, virus maupun bakteri.
Diare atau mencret apabila tidak lekas diobati bisa saja menyebabkan kematian pada burung lovebird Anda. Penyakit lovebird ini sering terjadi ketika musim penghujan tiba, burung yang jarang dijemur bisa berakibat kurangnya vitamin E dan daya tahan tubuh menurun.
Apa saja gejala penyakit diare pada love bird?
- Kotoran menjadi encer, berwarna putih, coklat dan kadang keluar sedikit darah.
- Burung terlihat lesu dan nafsu makan hilang.
- Burung lovebird selalu gelisah
- Bulu mengembang
- Sering turun karena daya tahan tubuh melemah.
Penanganan apa yang harus dilakakuan bila lovebird terkena diare?
- Pindahkan lovebird agak jauh dari burumg lainnya (karantina)
- Bersihkan kandang secar rutin 2 kali sehari, hal ini bertujuan agar bisa memantau kotoran lovebird dari hari kehari.
- Berikan air bersih, ganti tiap pagi dan sore.
- Jangan berikan extra fooding berupa kanggung dan sayur hijau lainnya.
- Berikan obat diare khusus untuk lovebird. Obat terbaik untuk lovebird yang terinfeksi diare adalah Bird First Aid (BFA). Selain mengandung antibiotik, BFA juga mengandung glukose yang bisa membantu memberikan tenaga pada burung yang lemah karena tidak mau makan selama sakit.
- Pantau terus perkembangan kondisi burung hingga lovebird terlihat pulih kembali.
Hewan sama seperti manusia butuh perhatian dan kasih sayang jadi jangan bosan-bosan memberikan perawatan ekstra kepada lovebird yang sakit agar burung bisa aktif kembali seperti sedia kala. Berikut kita uraikan permasalahan tentang penyakit pernafasan pada lovebird, simak ulasannya dibawah ya...
6. Penyakit Cacar
Penyakit Avian Pox/Patek/Penyakit cacar bisa menyerang lovebird maupun burung unggas lain seperti ayam, bebek, dan 60% spesies unggas lainnya. Cacar termasuk kedalam virus yang mudah menular bila tidak segera ditangani. Disebarkan melalui nyamuk yang terinfeksi cacar, lalat, makanan, air ataupun burung lainnya.
Adakah gejala burung lovebird terkena cacar?
Dilansir dari Wikipedia, lovebird yang terkena penyakit ini memperlihatkan gejala papula kecil berwarna, di kulit tidak berbulu, radang dan berdarah. Bercak kuning pada selaput lendir mulut burung serta penyumbatan pada hidung, hal ini dapat membuat burung mati karena sesak napas.
Papula adalah benjolan kecil disekitar kulit berukuran kecil hingga sebesar biji kacang serta berwarna merah, kuning, putih dan kuning coklat.
Cacar pada burung lovebird terdiri dari 2, cacar air dan cacar kering. Cacar air bisa terlihat pada bagian sekitar tubuh, selaput lendir, tenggorokan, leher. Akan berdampak pada pernafasaan burung, sulit makan dan burung terlihat lesu.
Cacar kering paling sering terlihat disekitar mata, kaki dan pangkal paruh. Terdapat benjolan kecil berbentuk bulat kering seperti bisul yang mengering.
Bagaimana menangani burung yang terkena cacar?
- Pisahkan burung dan karantina burung dari lovebird lainnya
- Bersihkan sangkar dan wadah pakan dengan menggunakan obat desinfektan, bisa juga menggunakan detol cair lalu jemur sangkar dibawah terik matahari.
- Ambil lovebird lalu bersihkan bagian kulit yang terkena cacar dengan menggunakan kain, spon, atau tisu yang sudah diberikan cairan alkohol 70% atau detol cair. Bertujuan agar virus mati dan tidak menempel pada bulu.
- Berikan obat khusus cacar yang bisa anda beli di toko burung, obat apa saja? nanti akan kami bahas pada artikel berikutnya.
- Setelah selesai, masukan lovebird dan berikan pakan, extra fooding dan vitamin stamina, BirdVit, agar kondisi burung kembali optimal.
Punya pengalaman mengenai penyakit lovebird? silakan berikan saran dan kritik pada kolom komentar dibawah artikel ini.
ND (Newcastle Disease) atau biasa kita sebut tetelo adalah penyakit mematikan yang biasa terjadi pada unggas besar, lovebird memang jarang sekali terkena penyakit ini karena dominan ND sering menjangkiti unggas besar seperti ayam, itik dan unggas lainnya.
Gejala klinis burung terserang tetelo ialah:
- Hidung berair
- Sayap turun
- Ngorok
- Kepala melipat
- Kaki terseret
Pada burung dewasa kematian dapat terjadi antara 2-3 hari setelah terserang tetelo, pada burung muda bisa menyebabkan kematian langsung saat terserang tetelo.
Secara klinis belum ada obat yang bisa diberikan langsung ke burung yang terkena virus ini. Anda hanya bisa memberikan pengobatan berupa penambahan vitamin, itupun hanya untuk memperkuat kondisi burung. Vaksin bisa diberikan tapi saat burung belum terserang virus ND ini.
Penyakit lainnya selain yang Lovebird Nusantara jelaskan diatas seperti Bulu lovebird mengembang dan kusam, lovebird menghadap sayang, lovebird mencabuti bulu sendiri, sendi tulang kaki lovebird bengkak, berak kapur dan masih banyak penyakit lain yang bisa kita diskusikan bersama di Blog ini.